
Departemen Ilmu Gizi FK Undip kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi menuju World Class University melalui penyelenggaraan program Visiting Professor/Lecturer Online WCU 2025. Program ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas riset, pengajaran, serta jejaring akademik internasional yang berkelanjutan.
Kegiatan yang berada di bawah naungan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro ini dilaksanakan secara daring pada 21 September 2025 melalui platform Zoom. Acara menghadirkan akademisi internasional, Boris Budiono dari Charles Sturt University, Australia, sebagai pembicara utama.
Dalam kuliah tamu bertajuk “The Utilization of Bioactive Compounds in Personalized Diets for Metabolic Syndrome”, Dr. Boris memaparkan perkembangan mutakhir mengenai pemanfaatan senyawa bioaktif dalam penyusunan diet personal untuk penanganan sindrom metabolik. Topik ini dinilai sangat relevan dengan tantangan kesehatan global, terutama meningkatnya prevalensi penyakit tidak menular yang membutuhkan pendekatan berbasis bukti dan presisi.
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 150 peserta yang terdiri atas dosen dan mahasiswa, serta partisipan internasional dari Irlandia dan negara mitra lainnya. Antusiasme peserta terlihat dari sesi diskusi yang berlangsung interaktif dengan 25 pertanyaan yang diajukan, mencakup peluang kolaborasi riset, pengembangan pengajaran, hingga potensi publikasi bersama.
Salah satu capaian strategis dari kegiatan ini adalah disepakatinya draft joint publication yang ditargetkan untuk disubmit ke jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus pada kuartal I tahun 2026. Selain itu, komitmen kerja sama lanjutan diperkuat melalui commitment letter dari invited professor sebagai dasar pengembangan kolaborasi akademik pada periode 2025–2026.
Melalui program Visiting Professor Online WCU 2025, Departemen Ilmu Gizi FK Undip tidak hanya memperluas jejaring riset internasional, tetapi juga meningkatkan reputasi akademik dan kontribusi ilmiah di tingkat global. Inisiatif ini diharapkan menjadi katalis bagi penguatan kolaborasi riset dan pengajaran internasional yang berkelanjutan di masa mendatang.