Semarang, Desember 2025 — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh alumni Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK UNDIP) dari Program Studi S1 Gizi dan S2 Ilmu Gizi. Ariana Endrinikapoulos,S.Gz, M.Gz; Permata Laila Kurniastuti,SGz; Ayu Yovita,SGz; dan Yusuf Hidayat, S.Gz berhasil meraih Juara 3 kategori Policy Brief dalam Kompetisi Penulisan Rekomendasi Kebijakan Kesehatan yang diselenggarakan oleh Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kompetisi ini menggunakan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024 sebagai sumber utama dalam penyusunan rekomendasi kebijakan kesehatan berbasis bukti.
Dalam ajang nasional tersebut, mereka tergabung dalam sebuah tim yang diketuai oleh Mochamad Abdul Hakam dari Dinas Kesehatan Kota Semarang. Tim ini mengusung karya berjudul “GANESSHA: Gerakan Peduli Kesehatan dan Stunting bersama Mahasiswa”, sebuah policy brief yang menekankan pentingnya peran strategis mahasiswa dalam mendukung upaya percepatan penurunan stunting melalui pendekatan berbasis data dan kolaborasi lintas sektor.

Kompetisi penulisan rekomendasi kebijakan kesehatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Evidence-Based Nutrition Policy Health Conference: Insight from National Nutrition Survey (SSGI) 2024 yang diselenggarakan oleh BKPK Kementerian Kesehatan RI. Kegiatan ini bertujuan membangun dan memperkuat budaya kebijakan kesehatan berbasis bukti (evidence-based policy) yang berkelanjutan di Indonesia, khususnya dalam bidang gizi dan kesehatan masyarakat. Ratusan peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi, praktisi kesehatan, peneliti, hingga perwakilan pemerintah daerah, turut ambil bagian dalam kompetisi ini.

Dari ratusan karya yang masuk, hanya sejumlah naskah terbaik yang berhasil lolos seleksi ketat hingga tahap final. Karya “GANESSHA” dinilai unggul karena mampu mengintegrasikan data SSGI 2024 dengan rekomendasi kebijakan yang aplikatif, kontekstual, dan berpotensi diterapkan di tingkat daerah. Gagasan yang diusung menempatkan mahasiswa sebagai agen perubahan dalam program pencegahan dan penanggulangan stunting, sekaligus memperkuat sinergi antara institusi pendidikan dan pemerintah daerah.
SSGI 2024 sendiri merupakan survei nasional yang dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan RI untuk memotret status gizi balita di seluruh Indonesia. Hasil survei ini menjadi rujukan penting dalam perumusan kebijakan gizi nasional, termasuk dalam upaya menurunkan prevalensi stunting. Berdasarkan hasil SSGI 2024, prevalensi stunting nasional tercatat mengalami penurunan, namun masih memerlukan intervensi yang berkelanjutan dan inovatif agar target nasional dapat tercapai secara merata di seluruh wilayah.
Prestasi yang diraih oleh alumni Departemen Ilmu Gizi FK Undip bersama tim tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga mencerminkan kontribusi nyata alumni Departemen Ilmu Gizi FK UNDIP dalam mendukung pengembangan kebijakan kesehatan nasional. Keberhasilan ini diharapkan dapat menginspirasi sivitas akademika, mahasiswa, dan alumni lainnya untuk terus berperan aktif dalam menghasilkan rekomendasi kebijakan kesehatan yang berbasis data, relevan, dan berdampak bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia.